Jumat, 19 Juni 2015

Amalan Sunnah di Bulan Ramadhan Sesuai Dengan Tuntunan Nabi Muhammad SAW



Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh hikmah dan ampunan, bulan ini merupakan bulan suci bagi umat Islam karena di bulan Ramadhan berbagai hal dapat menjadi pahala, bahkan tidurnya orang yang berpuasa di bulan ramadhan pun menjadi pahala.
Jadi jangan sia-siakan bulan suci ramadhan karena belum tentu kita semua dapat melihatnya lagi, umur siapa yang tahu sebab hanya ALLAH SWT yang mengetahui jumlah umur kita semua.

Di bulan suci Ramadhan, sebaiknya manfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, walaupun tidur merupakan pahala bagi orang yang berpuasa tetapi bukan berarti kita hanya tidur saja. Karena tidur itu perumpamaan terendah, jika tidur mendapatkan pahala bagaimana jika melakukan ibadah sesuai sunnah Rasul SAW, tentu memiliki nilai yang lebih baik kan?.
Perintah puasa di bulan Ramadhan tentu berdasarkan Al-Quran yang saya kira sebagian besar orang sudah mengetahuinya, puasa ramadhan hanya untuk orang-orang beriman, bagi yang memang tidak berpuasa maka dia bukanlah orang yang beriman.
Bulan Ramadhan adalah bulan Al Qur’an. Semestinya di bulan Al Qur’an ini umat Islam mengencangkan ikat pinggang dan menancap gas untuk lebih bersemangat membaca serta merenungkan isi Al Qur’an Al Karim. Ya, perenungan isi Al Qur’an hendaknya mendapat porsi yang besar dari aktifitas umat muslim di bulan suci ini. Mengingat hanya dengan inilah umat Islam dapat mengembalikan peran Al Qur’an sebagai pedoman hidup dan panduan menuju jalan yang benar.
“Bulan Ramadhan adalah bulan bulan diturunkannya Al Qur’an. Al Quran adalah petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)” (QS. Al Baqarah: 185)
Usaha yang mulia ini bisa dimulai dari sebuah ayat yang sering dibacakan, dikumandangkan, bahkan dihafal oleh kaum muslimin, yaitu surat Al Baqarah ayat 183, yang membahas tentang ibadah puasa. Ayat yang mulia tersebut berbunyi: 
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183)
Berikut ini adalah amalan-amalan yang dianjurkan selama bulan puasa Ramadhan sesuai sunnah rasul SAW:
1. Berpuasa (Shiyam)
Amalan yang utama di bulan Ramadhan tentu saja berpuasa. Hal ini diperintahkan Allah SWT. dalam Al-Quran surat Al-Baqarah (2) ayat 183-187. Karena itu, agar puasa kita tidak sia-sia, perdalamlah wawasan kita tentang puasa yang benar dengan mengetahui dan menjaga rambu-rambunya.
Sebab, puasa bukan sekadar tidak makan dan tidak minum. Tapi, ada rambu-rambu yang harus ditaati. Kata Rasulullah SAW, “Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian mengetahui rambu-rambunya dan memperhatikan apa yagn semestinya diperhatikan, maka hal itu akan menjadi pelebur dosa-dosa yang pernah dilakukan sebelumnya.” (HR. Ibnu Hibban dan Al-Baihaqi)
2. Membaca Al-Qur’an (Tilawah)

Al-Qur’an diturunkan perama kali di bulan Ramadhan. Maka tak heran jika Rasulullah saw. lebih sering dan lebih banyak membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan dibandingkan di bulan-bulan lain. Imam Az-Zuhri berkata, “Apabila datang Ramadhan, maka kegiatan utama kita selain berpuasa adalah membaca Al-Qur’an.” Bacalah dengan tajwid yang baik dan tadabburi, pahami, dan amalkan isinya. Insya Allah, kita akan menjadi insan yang berkah.
Buat target. Jika di bulan-bulan lain kita khatam membaca Al-Qur’an dalam sebulan, maka di bulan Ramadhan kita bisa memasang target dua kali khatam. Lebih baik lagi jika ditambah dengan menghafal satu juz atau surat tertentu. Ini bisa dijadikan program unggulan bersama keluarga.
3. Memberikan makanan untuk berbuka puasa (Ith’amu ath-tha’am)
Amal Ramadhan yang juga dianjurkan Rasulullah SAW adalah memberikan santapan berbuka puasa kepada orang-orang yang berpuasa. “Barangsiapa memberi makanan berbuka kepada orang-orang yang berpuasa, maka ia mendapat pahala senilai pahala orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut.” (HR. Turmudzi dan An-Nasa’i).
Sebenarnya memberi makan untuk orang berbuka hanyalah salah satu contoh bentuk kedermawanan yang ingin ditumbuhkan kepada kita. Masih banyak bentuk sedekah yang bisa kita lakukan jika kita punya kelebihan rezeki. Peduli dan sigap menolong orang lain adalah sifat yang ingin dilatih dari orang yang berpuasa.
4. Berdakwah
Selama Ramadhan kita punya kesempatan berdakwah yang luas, karena, siapapun di bulan itu kondisi ruhiyahnya sedang baik sehingga siap menerima nasihat. Jadi, jangan sia-siakan kesempatan ini. Rasulullah SAW bersabda, barangsiapa menunjuki kebaikan, baginya pahala sebagaimana orang yang mengamalkannya tanpa mengurangi pahala orang yang mengamalkannya sedikitpun.
5. Shalat Tawawih (Qiyamul Ramadhan)
Ibadah sunnah yang khas di bulan Ramadhan adalah shalat tarawih (Qiyamul Ramadhan). Rasulullah saw pernah merasa khawatir karena takut shalat tarawih dianggap menjadi shalat wajib karena semakin hari semakin banyak yang ikut shalat berjamaah di masjid sehingga beliau akhirnya melaksanakan shalat tarawih sendiri di rumah. 
Ada yang meriwayatkan beliau melaksanakan shalat tarawih berjamaan hanya tiga hari. Saat itu Rasulullah SAW melakukannya secara berjamaah sebanyak 11 rakaat dengan bacaan surat-surat yang panjang. Tapi, di saat kekhawatiran akan diwajibakannya shalat tarawih sudah tidak ada lagi, Umar bin Khattab menyebutkan jumlah rakaat shalat tarawih adalah 21 atau 23 rakaat (HR. Abdur Razzaq dan baihaqi).
6. I’tikaf
Inilah amaliyah ramadhan yang selalu dilakukan Rasulullah saw. I’tikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat beribada kepada Allah SWT. Abu Sa’id Al-khudri meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW. pernah beri’tikaf pada awal Ramadhan, pertengahan Ramadhan, dan paling sering di 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Sayangnya, ibadah ini dianggap berat oleh kebanyakan orang Islam, jadi sedikit yang mengamalkannya.
Hal ini dikomentari oleh Imam Az-Zuhri, “Aneh benar keadaan orang Islam, mereka meninggalkan i’tikaf padahal Rasulullah tidak pernah meninggalkannya sejak beliau datang ke Madinah sampai beliau wafat.”
7. Lailatul Qadar
Ada bulan Ramadhan ada satu malam yang istimewa: Lailatul Qadar, malam yang penuh berkah. Malam itu nilainya sama dengan seribu bulan. Rasulullah SAW amat menjaga-jaga untuk bida meraih lailatul qadar. Maka, Beliau menyuruh kita mencarinya di malam-malam ganjil pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Kenapa? Karena, “Barangsiapa yang shalat pada malam lailatul qadar berdasarkan iman dan ihtissab, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” Begitu kata Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.
Bahkan, untuk mendapatkan malam penuh berkah itu, Rasulullah saw. mengajarkan kita sebuah doa, “Allahumma innaka ‘afuwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annii.” Ya Allah, Engkaulah Pemilik Ampunan dan Engkaulah Maha Pemberi Ampun. ampunilah aku.
8. Umrah
Jika Anda punya rezeki cukup, pergilah umrah di bulan Ramadhan. Karena, pahalanya akan berlipat-lipat. Rasulullah SAW berkata kepada Ummu Sinan, seorang wanita Anshar, agar apabila datang bulan Ramadhan, hendaklah ia melakukan umrah, karena nilainya setara denagn haji bersama Rasulullah SAW. (HR. Bukhari dan Muslim).
9. Perbanyaklah Taubat
Selama bulan Ramadhan, Allah SWT telah membukakan pintu ampunan bagi hamba-hambaNya dan setiap malam bulan Ramadhan Allah membebaskan banyak hambaNya dari api neraka. Karena itu, bulan Ramadhan adalah kesempatan emas bagi kita untuk bertaubat kembali ke fitrah kita.
10. Zakat Fitrah
Zakat fitrah wajib dibayarkan sebelum hari Ramadhan berakhir oleh umat Islam, baik lelaki-perempuan, dewasa maupun anak-anak. Tujuannya untuk mensucikan orang yang melaksanakan puasa dan untuk membantu fakir miskin.
Demikianlah beberapa amalan yang dianjurkan oleh Rasululloh SAW untuk bulan Ramadhan, semoga kita semua bisa melakukannya karena ALLAH SWT dan dapat menemukan Lailatul Qadar di bulan Ramadhan ini. Amiiiiinnn….


Aplikasi SKHUS SD Dan Ijazah Tahun Pelajaran 2014/2015


Aplikasi SKHUS SD dan Nilai Ijazah ini kiranya sangat bermanfaat bagi rekan-rekan guru saat ini Sebagaimana diketahui berdasarkan Permendikbud No 5 Tahun 2015 dan POS UN 2015, Nilai Sekolah untuk SMP dan sederajat diperoleh sebagai gabungan antara nilai Ujian S/M dan nilai rata-rata rapor semester I, II, III, IV, dan V dengan pembobotan 30% sampai dengan 50%.
untuk Aplikasi penghitungan nilai Ijazah dan SKHUS SD ini mengacu pada tahun pelajaran yang lalu, dengan penghitungan 70% Nilai Rata-Rata Raport + 30% Nilai US. Entry Nilai Raport Semester 7 - 11 mengacu pada pengisian raport yang di pakai pada sekolah kami yaitu Nilai Besar (dua digit tanpa koma) namun pada penghitungan akhir langsung kami sesuaikan dengan nilai yang digunakan pada ijazah yaitu menggunakan Nilai Kecil dengan dua angka di belakang koma

Adapun terdapat beberapa kali perbaikan atas saran kawan-kawan sebagai berikut:
1. Ditambahkan mulok bahasa Using request by Anton Riyadiyono
2. Ditambahkan hasil akhir puluhan untuk raport request by Anton Riyadiyono
3. Ditambahkan jumlah data sebanyak 100 siswa request by Istiono Prasetyo
4. Ditambahkan fungsi terbilang dg sistem vlookup request by K-Didik
5. Perbaikan dalam hasil cetak US request by Anny Kristanti
Sehingga bisa sesuai denga yang diharapkan walaupun mungin masih banyak yg perlu di koreksi.
https://www.facebook.com/download/412018585644247/APLIKASI-SKHUS-2015%20FINISH.xlsx


Contoh Blanko Ijazah SD, SMP, SMA, dan SMK Tahun 2015

Bagi rekan-rekan yang kebetulan mendapatkan tugas menulis ijazah baik pada jenjang SD, SMP, SMA, SMK, Sekolah Dasar dan Menengah Luar Negeri, Sekolah Luar Biasa maupun Paket A, Paket B, dan Paket C tahun pelajaran 2014/2015.
Berikut saya share contoh blangko ijazah tahun 2015 berdasarkan Peraturan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 028/H/EP/2015 tentang Bentuk, Spesifikasi, dan Pencetakan Blangko Ijazah Pada Satuan Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Tahun Pelajaran 2014/2015 di antaranya :
1. Contoh blanko SD tampak depan dan belakang :


2. Contoh blanko SMP tampak depan dan belakang :
3. Contoh blanko SMA Program Bahasa tampak depan dan belakang :
4. Contoh blanko SMA Program IPA tampak depan dan belakang :
5. Contoh blanko SMA Program IPS tampak depan dan belakang :
6. Contoh blanko SMK Program 3 Tahun tampak depan :
7. Contoh blanko SMK Program 4 Tahun tampak depan :
Untuk melihat contoh blanko ijazah selengkapnya termasuk SD, SMP, SMA, SMK Luar Negeri, Ijazah Paket A, Paket B, dan Paket C, serta contoh blanko SDLB, SMPLB, dan juga SMALB, silahkan download selengkapnya Peraturan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 028/H/EP/2015 pada links berikut.

Pedoman / Juknis Penulisan Ijazah SD, SDLB, SMP, SMPLB, SMA, SMALB, dan SMK Tahun 2015


Setelah pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun pelajaran 2014/2015 untuk jenjang SMP/MTs (sederajat) serta pada SMA/MA/SMK/MAK (sederajat) dan Ujian Sekolah/Madrasah (US/M) untuk jenjang SD/MI (sederajat) yang mana kelulusan setiap peserta didik pada tahun 2014/2015 ini ditentukan oleh sekolah.
Selanjutnya untuk penulisan ijazah, saat ini BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan) telah merilis Petunjuk Teknis Penulisan Ijazah tahun pelajaran 2014/2015 untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 2380/H/TU/2015 sebagai berikut :
Pengisian nama pemilik ijazah menggunakan HURUF KAPITAL untuk jenjang SD dan SDLB, sesuai dengan yang tercantum pada akte kelahiran/dokumen kelahiran yang sah sesuai peraturan perundangan, dan untuk jenjang SMP, SMPLB, SMA, SMALB, dan SMK sesuai dengan yang tercantum pada Ijazah yang diperoleh dari jenjang pendidikan sebelumnya, atau sesuai akte kelahiran/dokumen kelahiran yang sah sesuai peraturan perundangan, apabila terdapat kekeliruan pengisian pada ijazah sebelumnya.


Selanjutnya untuk pengisian tempat dan tanggal lahir pemilik ijazah untuk jenjang SD dan SDLB, sesuai dengan yang tercantum pada akte kelahiran/dokumen kelahiran yang sah sesuai peraturan perundangan, dan untuk jenjang SMP, SMPLB, SMA, SMALB, dan SMK, sesuai dengan yang tercantum pada Ijazah yang diperoleh dari jenjang pendidikan sebelumnya, atau sesuai akte kelahiran/dokumen kelahiran yang sah sesuai peraturan perundangan, apabila terdapat kekeliruan pengisian pada ijazah sebelumnya.
Untuk pengisian Nomor Induk Siswa (NIS) pemilik ijazah sesuai dengan nomor induk siswa pada suatu satuan pendidikan seperti tercantum pada buku induk. Dan untuk pengisian Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) pemilik ijazah sesuai dengan nomor induk siswa nasional yang tercantum pada buku induk yang terdiri atas 10 digit yaitu 3 (tiga) digit pertama tentang tahun lahir pemilik ijazah dan 7 (tujuh) digit akhir tentang nomor pemilik ijazah yang diacak oleh sistem di Kemdikbud.
Download selengkapnya file Pedoman / Petunjuk Teknis Penulisan Ijazah Tahun Pelajaran 2014/2015 beserta dokumen penting terkait selengkapnya pada links di bawah ini :
2.   Download Lampiran Perka Balitbang tentang Ijazah tentang Bentuk, Spesifikasi, dan Pencetakan Blanko Ijazah pada Satuan Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Tahun Pelajaran 2014/2015

Daftar Kenaikan Gaji PNS Tahun 2015 Berdasarkan PP No. 30 Tahun 2015

Dalam rangka meningkatkan daya guna dan hasil guna serta kesejahteraan Pegawai Negeri Sipil (PNS), pada tahun ini Pemerintah kembali menaikkan gaji pokok Pegawai Negeri Sipil sebesar 6 % yang kemungkinan akan dicairkan pada bulan Juli 2015 dengan diterimakan secara rapel sejak bulan Januari 2015.
Kenaikan gaji PNS Tahun 2015 berdasarkan Peraturan Pemerintah / PP Nomor 30 Tahun 2015 yang telah ditetapkan oleh Presiden RI, Joko Widodo pada tanggal 4 Juni 2015 dan telah diundangkan mulai tanggal 5 Juni tahun 2015 ini.
Berikut daftar gaji PNS Tahun Anggaran 2015 mulai dari golongan I, II, III, dan IV berdasarkan Masa Kerja Golongan (MKG) masing-masing sebagai berikut :

Untuk mengunduh PP No. 30 Tahun 2015 tentang Kenaikan Gaji PNS Tahun Perubahan Ketujuh Belas Atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 Tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil silahkan klik di links berikut. Semoga bermanfaat dan terimakasih…